Kamis, 11 Januari 2018

ARTI MORFEM IMBUHAN

Nama : Mavik Lailatul Zunia (166082)
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

RESUME
ARTI MORFEM IMBUHAN
Yang dimaksud dengan arti disini bukanlah arti suatu kata yang terdapat dalam kamus,tetapi arti sebagai akibat bergabungnya morfem satu dengan yang lain.
Contoh:
kuda bermakna binatang kaki empat
morfem {ber-} +kuda =berkuda(berubah arti mengendarai kuda)
Morfem Imbuhan (meN-)
Arti morfem imbuhan {meN-} sangat bergantung pada kelas kata  bentuk dasarnya.apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja imbuhan {meN-} mempunyai arti :
Arti
Kata
Makna

Melakukan tindakan
Mengambil
Menjual
Membeli
Melakukan tindakan ambil
Melakukan tindakan jual
Melakukan tindakan beli


Menjadi seperti
Melarut

Menurun

Meluap

Menjadi/dalam keadaan larut
Menjadi/dalam keadaan turun
Menjadi/dalam keadaan luap


Membuat kesan
Mengalah

Membisu

Membuat kesan kalah dengan sengaja
Membuat kesan bisu dengan sengaja



Apabila bentuk dasarnya berkelas kata benda imbuhan {meN-} mempunyai beberapa arti.
Arti
Kata
Makna

Pergi ke...atau menuju ke.....

Mendarat
Melaut

Menuju ke darat
Menuju ke laut


Mencari atau mengumpulkan

Merumput

Merotan
Mencari mengumpulkan rumput
Mencari mengumpulkan rotan


Menjadi

Membuah
Membisu
Menjadi buah
Menjadi bisu


Membubuhkan

Mencap
Mencat

Membubuhkan cap
Membubuhkan cat


Membuat apa

Menyate
Menggulai

Membuat sate
Membuat gulai


Berlaku seperti

Membabi  buta
Merajalela

Berlaku seperti babi buta
Berlaku seperti rajalela


Melakukan tindakan dengan alat/menggunakan alat

Menyabit
Memistol

Menggunakan sabit
Menggunakan pistol


Meminum/menghisap

Mengopi
Merokok

Meminum kopi
Menghisap rokok


menyerupai

Menyemut
Membukit

Menyerupai semut
Menyerupai bukit


Dalam keadaan /berfungsi sebagai

Menjanda

Menyopir

Dalam keadaan sebagi  janda
Berfungsi sebagai sopir


Mengeluarkan bunyi

Mengeong

Menggonggong

Mengeluarkan bunyi ngeong
Mengeluarkan bunyi gonggong


Apabila bentuk dasar berkelas kata sifat imbuhan {meN-} mempunyai arti seperti:
Arti
Kata
Makna

Menjadi seperti bentuk dasar dengan sendirinya

Menguning(padi)

Memutih (rambut)

Menjadi kuning dengan sendirinya
Menjadi putih dengan sendirinya


Menimbulkan kesan

Memanjang

Merendah hati

Menimbulkan kesan panjang
Menimbulkan kesan rendah hati




Morfem Imbuhan (ber-)
Bentuk dasar yang dapat bergabung dengan imbuhan {ber-} dapat dikelompokkan atas empat kelas,yaitu bentuk dasar yang berkelas kata kerja,kata benda,kata sifat (adjektiva)dan bilangan.
Apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja maka imbuhan {ber-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna

Dalam keadaan
Berada
Dalam keadaan ada

Menjadi
Berubah
Menjadi ubah

Melakukan
Bekerja
Melakukan kegiatan kerja

Apabila bentuk dasarnya berkelas kata benda maka imbuhan {ber-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna

Memakai
Bersepatu
Memakai sepatu

Mempunyai
Bersuami
Mempunyai suami

Mengeluarkan
Berdarah
Mengeluarkan darah

Apabila bentuk dasarnya kata sifat imbuhan {ber-} mempunyai arti “dalam keadaan”.
Contoh :  berduka artinya dalam keadaan duka
     bersedih artinya dalam keadaan sedih
Apabila bentuk dasarnya kata bilangan imbuhan {ber-} mempunyai arti “menjadi”atau “kumpulan yang terdiri atas’’ jumlah yang tersebut pada bentuk dasar.
Contoh : Berdua kumpulan yang terdiri atas dua
Bila ada proses pengulangan pada kelas numeral maka morfem {ber-} menunjuk arti ‘dalam jumlah kelipatan seperti bentuk dasar.
Contoh :Berpuluh-puluh artinya dalam jumlah kelipatan sepuluh
Morfem Imbuhan (di-)
Arti imbuhan {di-} hanya satu,yaitu menyatakan suatu tindakkan yang pasif.contohnya diambil,disiram,dibayar,dan sebagainya.pengertian pasif disini tidak berarti tidak sengaja atau tidak melakukan apapun sama sekali.tetapi pengertian pasif disini semata-mata dihubungkan dengan fungsi subjeknya.
Morfem Imbuhan (ter-)
Bentuk dasar  yang dapat bergandeng dengan imbuhan {ter-} adalah bentuk dasar yang berkelas kata kerja,kata sifat,dan kata benda.
Bila awalan {ter-} melekat pada kelas kata benda mempunyai makna:


Arti
Kata
Makna

Tak sengaja (di)
Tercangkul
Tak sengaja dicangkul

Dapat di (kan/i)
Tergambar
Terbukti
terpengaruh

Dapat digambar
Dapat dibuktikan
Dapat dipengaruhi


Apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja maka imbuhan {ter-} mempunyai beberapa arti:
Arti
Kata

Menyatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak sengaja

Tertiup
Tersentuh
terganggu


Dapat atau sanggup
Terangkat
terkejar


Menyatakan bahwa pekerjaan sudh selesai (perfektif)

Tertulis
Termuat


Ketiba-tibaan
Teringat
Terbangun



Morfem Imbuhan (peN-)
Apabila bentuk kata dasarnya berkelas kata kerja maka {peN-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna

Menyatakan’orang yang(biasa) melakukan pekerjaan yang-sebut pada bentu dasar ‘

Pengarang

penjual

Orang yang (biasa) melakukan mengarang
Orang yang(biasa) melakukan menjual


Menyatakan ‘alat yang dipakai untuk melakukan tindakan yang tersebut pada bentuk dasar’

Penggaris
pengangkut

Alat untuk menggaris
Alat untuk mengangkut


Apabila bentuk dasarnya berkelas kata sifat maka imbuhan {peN-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna

Menyatakan ‘yang memiliki sifat

Periang
Peramah
Yang mempunyai sifat riang
Yang mempunyai sifat ramah


Menyatakan ‘yang menyebabkan adanya sifat

Pengeras
Pendingin
Yang menyebabkan jadi keras
Yang menyebabkan jadi dingin

Orang yang mudah cepat/menjadi seperti
Pemarah
Pelupa
Orang yang mudah menjadi marah
Orang yang mudah menjadi lupa


Apabila bentuk  dasarnya berubah kata benda maka imbuhan {peN-} memiliki arti:
Arti
Kata
Makna

Yang biasa melakukan tindakan/pekerjaan yang berhubungan dengan benda

Pelaut
Perantau
perokok

Orang yang biasa melaut
Orang yang biasa merantau
Orang yang biasa merokok



Morfem Imbuhan (pe-)
morfem imbuhan {pe-} mempunyai kesejajaran dengan morfem imbuhan {ber-}.
Contoh : Pelari =orang yang berlari
     Petani =orang yang bertani
Morfem Imbuhan (per-)
Apabila imbuhan {per-} bergandeng dengan bentuk kata benda mempunyai  arti ‘menjadikan (objek) sebagai ‘ atau memperlakukan (objek) sebagai.
Contoh : peristri=  menjadikan (objek) sebagai istri
 Apabila imbuhan {per-} bergandeng dengan bentuk kata bilangan mempunyai arti ‘membuat jadi.
Contoh : Pertiga= membuat jadi tiga
 Apabila imbuhan {per-} bergandeng dengan kata sifat mempunyai arti ‘membuat jadi lebih’.
Contoh : Perdalam= membuat jadi dalam
Morfem Imbuhan (se-)
morfem imbuhan {se-} bergandeng dengan kata benda  yang mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna

Menyatakan ‘satu’
Sebuah
Seminggu

Satu buah
Satu minggu


Menyatakan ‘seluruh’
Sedunia
Seisi buku

Seluruh dunia
Seluruh isi buku


Menyatakan ‘sama atau’sebesar
Sekepala
Sama dengan kepala atau sebesar kepala

morfem imbuhan {se-} juga bisa bergabung dengan penggolong benda
Contoh :seorang,seekor,sebuah,sebatang,sebidang,sepotong
morfem imbuhan {se-} juga bisa bergabung dengan penggolong benda
Contoh :seorang,seekor,sebuah,sebatang,sebidang,sepotong
Kata sifat pun bisa dilekati morfem {se-} namun hanya diawalan dan bermakna ‘sama seperti’ atau ‘sama-sama.....’ atau ‘sama......-nya’
Contoh : segenit bermakna sama-sama genitnya
Morfem Imbuhan (ke-)
Apabila imbuhan {ke-} bergandeng dengan bentuk kata bilangan maka imbuhan {ke-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna

Menyatakan kumpulan yang terdiri atas jumlah

Kelima(anak itu anak saya)
Kumpulan anak yang terdiri atas lima orang


Menyatakan urutan
(Anak) kelima
Anak yang nomor lima

Apabila imbuhan {ke-} bergndeng degan bentuk dasar selain kata bilangan maka imbuhan {ke-} mempunyai arti ‘yang di...’atau yang dianggap’.
Contoh :kekasih =yang dikasihi
               kerangka(kerangka laporan) =yang dianggap rangka
Morfem Imbuhan (kan-)
Morfem {-kan} bisa melekat pada kata benda.
Contoh : bukukan
    kanfaskan
Morfem {-kan} bermakna kata kerja
Contoh : bacakan
    belikan
Morfem {-kan} bermakna kata sifat
Contoh : hitamkan
    putihkan
Morfem {-kan} selalu bergandeng dengan morfem {meN-} terutama dalam kalimat berita.
Contoh : ibu membelikan aku pesawat jet
Morfem Imbuhan (-i)
Morfem imbuhan {-i} merupakan morfem tersendiri yang mempunyai arti sendiri dalam pembentukkan kata.morfem {-i} biasanya bergandeng dengan bentuk kata kerja dan mempunyai dua arti:
Arti
Kata
Makna

Menyatakan ‘tindakan yang tersebut pada bentuk dasar itu dilakukan berulang-ulang’

Melempari
Melempar berulang-ulang


Menyatakan melakukan tindakan yang tersebut pada bentuk dasarnya di suatu tempat

Menulisi
Menulis di.....

Melakukan sesuatu atau terjadi sesuatu pada...’’

Meliputi
Mendekati

Meliput pada ....
Mendekat pada ....

Morfem Imbuhan (-an)
Morfem imbuhan {-an} dapat bergabung dengan bentuk dasar kata benda,kata kerja,kata sifat,dan kata bilangan.
Apabila bergandeng dengan bentuk dasar kata benda morfem imbuhan{-an} mempunyai dua kemungkinan arti yakni:
Arti
Kata
Makna

Menyatakan’tiap-tiap’

Meteran
bulanan

Tiap-tiap meter
Tiap-tiap bulan


kumpulan’atau ‘yang banyak...nya’atau ‘luas....nya’

Durian
Lautan

Banyak durinya
Luas lautnya


‘yang ada di...’
Bawahan
Atasan

Yang ada di bawah
Yang ada di atas


Morfem Imbuhan (-wan)
Morfem imbuhan {-wan}dapat melekat pada bentuk dasar berkelas kata benda misalnya sejarawan,negarawan,hartawan,dwibahasawan.arti {-wan}untuk ini adalah sebagi berikut:
Arti
Kata
Makna

‘orang yang ahli dalam bidang..
Ilmuwan

Budayawan
Orang yang ahli dalam bidang ilmu
Orang yang ahli dalam bidang budaya


‘Orang yang pekerjaannya khusus’
Wartawan

Usahawan
Orang yang pekerjaannya khusus  dalam bidang warta
Orang yang pekerjaannya khusus di bidang cipta usaha


Orang yang memiliki seperti bentuk dasar yang bersifat lebih
Rupawan

Dermawan
Orang yang memiliki rupaa lebih
Orang yang emiliki budi lebih/mulia


Morfem Afiks {-el-}.{-er-},{-em-}
Suatu kata yang memperoleh sisipan ( morfem infiks).
Contoh: kata telunjuk mempunyai arti jari tangan yang biasa digunakan untuk menunjuk.(pembentukkan morfem afiks {-el-})
{-er-}= sabut+{-er-}=serabut
{-em-}=kuning+{-em-}=kemuning

Morfem Imbuhan {ke-an}
Arti
Kata
Makna

‘Suatu abstraksi atau hal’

Keberangkatan
Keduniaan

Hal berangkat
Hal dunia


‘Menderita atau yang dikenai’

Kedinginan
Kehujanan

Menderita dingin
Dikenai hujan


‘Tempat atau daerah’

Kelurahan
Kepresidenan

‘Tempat’daerah lurah
Tempat presiden


Mempunyai arti’sifat’

Kejawaan
Keislaman

Sifat jawa
Sifat islam


Morfem Imbuhan {peN- -an}
Morfem ini bisa bergabung dengan kata benda (penghargaan ,pengairan,penamaan),dalam kata kerja (pengajaran,pendidikan,penghabisan),dalam kata sifat (pengadilan ,pengasingan),dalam kata bilangan (penyatuan).arti imbuhan morfem {pe-an} adalah:

Arti
Kata
Makna

Hal/proses
Pemeriksaan
Pembacaan

Hal/proses memeriksa
Hal/proses membaca


Hal/hasil
Pengalaman
Penghasilan

Hal/hasil mengalami
Hal/hasil dari menghasilkan


Tempat
Pengadilan
Penggilingan

Tempat mengadili
Tempat menggiling


Morfem Imbuhan {per-an}
Setelah melekat pada bentuk dasarnya,morfem imbuhan {per-an}mempunyai beberapa arti:

Arti
Kata
Makna


Perekonomian

Perjudian
Hal-hal yang berhubungan dengan eknomi
Hal-hal yang berhubungan dengan judi



Perkembangan
Perdamaian
Hal berkembang
Hal berdamai



Pertokohan
Perumahan
Daerah toko
Kumpulan/daerah rumah



Perlindungan
Perkebunan
Tempat berlindung
Tempat berkebun












ARTI MORFEM ULANG

Morfem ulang bahasa Indonesia dapat membentuk kata dengan bentuk dasar yang berkelas kata kerja, kata benda dan kata sifat.
Kata kerja
Menyatakan “tindakan”
Memukul-mukul : ‘memukul berulang-ulang’
Mengiris-iris : ‘ mengiris berulang-ulang’
Menyatakan “tindakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak”
Bantu-membantu : ‘saling membantu’
Tinju-meninju : ‘saling meninju’
Menyatakan “hal yang bersangkutan dengan bentuk dasar”
Cetak-mencetak : ‘hal-hal yang berhubungan dengan kef=giatan           mencetak’
Coret-mencoret : ‘hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan           mencoret’
Menyatakan “tindakan yang bersenang-senang”
Makan-makan : ‘makan seenaknya atau santai bersenang-senang’
Berjalan-jalan : ‘berjalan seenaknya atau bersenang-senang’

Kata benda
Menyatakan ‘banyak’
Gedung-gedung : ‘banyak gedumg’
Orang-orang : ‘banyak orang’
Menytakan ‘meskipun’
Beras-beras (dimakannya) : ‘meskipun beras’
Darah-darah (diminumnya) : ‘meskipun darah’

Kata sifat
Menyatakan ‘lebih ... lagi’
Cepat-cepat : ‘lebih cepat lagi’
Rajin-rajin : ‘lebih rajin lagi’
Menyatakan ‘agak’
Kehijau-hijauan : ‘agak hijau’
Keheran-heranan : ‘agak heran’
Menyatakan ‘meskipun’
Jelek-jelek : ‘meskipun jelek’
Kecil-kecil : ‘meskipun kecil’
Menyatakan ‘superlatif’
Sekecil-kecilnya : ‘tingkat yang paling kecil’
Sebaik-baiknya : ‘tingkat yang  paling baik’
ARTI MORFEM KONSTRUKSI MAJEMUK

Secara sederhana, kata majemuk bisa diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok :
Kelompok pertama (lepas dari arti unsur-unsurnya)
Contoh : meja hijau = pengadilan
Naik daun = terkenal
Membanting tulang = bekerja keras
Kelompok kedua(masih mengandung unsur yang sama)
Contoh : rumah makan, kamar tidur, kamar tunggu, jumpa pers, jual beli, pulang pergi.
Kelompok ketiga (morfem unik)
Contoh : tua renta, hitam legam, anak pinak, gelap gulita, basah kuyup, malam kelam, tunggang langgang.

DAFTAR PUSTAKA :
Tata Bahasa Indonesia, Masnur Muslich.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar