Nama : Mavik Lailatul Zunia (166082)
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
RESUME
ARTI MORFEM IMBUHAN
Yang dimaksud dengan arti disini bukanlah arti suatu kata yang terdapat dalam kamus,tetapi arti sebagai akibat bergabungnya morfem satu dengan yang lain.
Contoh:
kuda bermakna binatang kaki empat
morfem {ber-} +kuda =berkuda(berubah arti mengendarai kuda)
Morfem Imbuhan (meN-)
Arti morfem imbuhan {meN-} sangat bergantung pada kelas kata bentuk dasarnya.apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja imbuhan {meN-} mempunyai arti :
Arti
Kata
Makna
Melakukan tindakan
Mengambil
Menjual
Membeli
Melakukan tindakan ambil
Melakukan tindakan jual
Melakukan tindakan beli
Menjadi seperti
Melarut
Menurun
Meluap
Menjadi/dalam keadaan larut
Menjadi/dalam keadaan turun
Menjadi/dalam keadaan luap
Membuat kesan
Mengalah
Membisu
Membuat kesan kalah dengan sengaja
Membuat kesan bisu dengan sengaja
Apabila bentuk dasarnya berkelas kata benda imbuhan {meN-} mempunyai beberapa arti.
Arti
Kata
Makna
Pergi ke...atau menuju ke.....
Mendarat
Melaut
Menuju ke darat
Menuju ke laut
Mencari atau mengumpulkan
Merumput
Merotan
Mencari mengumpulkan rumput
Mencari mengumpulkan rotan
Menjadi
Membuah
Membisu
Menjadi buah
Menjadi bisu
Membubuhkan
Mencap
Mencat
Membubuhkan cap
Membubuhkan cat
Membuat apa
Menyate
Menggulai
Membuat sate
Membuat gulai
Berlaku seperti
Membabi buta
Merajalela
Berlaku seperti babi buta
Berlaku seperti rajalela
Melakukan tindakan dengan alat/menggunakan alat
Menyabit
Memistol
Menggunakan sabit
Menggunakan pistol
Meminum/menghisap
Mengopi
Merokok
Meminum kopi
Menghisap rokok
menyerupai
Menyemut
Membukit
Menyerupai semut
Menyerupai bukit
Dalam keadaan /berfungsi sebagai
Menjanda
Menyopir
Dalam keadaan sebagi janda
Berfungsi sebagai sopir
Mengeluarkan bunyi
Mengeong
Menggonggong
Mengeluarkan bunyi ngeong
Mengeluarkan bunyi gonggong
Apabila bentuk dasar berkelas kata sifat imbuhan {meN-} mempunyai arti seperti:
Arti
Kata
Makna
Menjadi seperti bentuk dasar dengan sendirinya
Menguning(padi)
Memutih (rambut)
Menjadi kuning dengan sendirinya
Menjadi putih dengan sendirinya
Menimbulkan kesan
Memanjang
Merendah hati
Menimbulkan kesan panjang
Menimbulkan kesan rendah hati
Morfem Imbuhan (ber-)
Bentuk dasar yang dapat bergabung dengan imbuhan {ber-} dapat dikelompokkan atas empat kelas,yaitu bentuk dasar yang berkelas kata kerja,kata benda,kata sifat (adjektiva)dan bilangan.
Apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja maka imbuhan {ber-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Dalam keadaan
Berada
Dalam keadaan ada
Menjadi
Berubah
Menjadi ubah
Melakukan
Bekerja
Melakukan kegiatan kerja
Apabila bentuk dasarnya berkelas kata benda maka imbuhan {ber-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Memakai
Bersepatu
Memakai sepatu
Mempunyai
Bersuami
Mempunyai suami
Mengeluarkan
Berdarah
Mengeluarkan darah
Apabila bentuk dasarnya kata sifat imbuhan {ber-} mempunyai arti “dalam keadaan”.
Contoh : berduka artinya dalam keadaan duka
bersedih artinya dalam keadaan sedih
Apabila bentuk dasarnya kata bilangan imbuhan {ber-} mempunyai arti “menjadi”atau “kumpulan yang terdiri atas’’ jumlah yang tersebut pada bentuk dasar.
Contoh : Berdua kumpulan yang terdiri atas dua
Bila ada proses pengulangan pada kelas numeral maka morfem {ber-} menunjuk arti ‘dalam jumlah kelipatan seperti bentuk dasar.
Contoh :Berpuluh-puluh artinya dalam jumlah kelipatan sepuluh
Morfem Imbuhan (di-)
Arti imbuhan {di-} hanya satu,yaitu menyatakan suatu tindakkan yang pasif.contohnya diambil,disiram,dibayar,dan sebagainya.pengertian pasif disini tidak berarti tidak sengaja atau tidak melakukan apapun sama sekali.tetapi pengertian pasif disini semata-mata dihubungkan dengan fungsi subjeknya.
Morfem Imbuhan (ter-)
Bentuk dasar yang dapat bergandeng dengan imbuhan {ter-} adalah bentuk dasar yang berkelas kata kerja,kata sifat,dan kata benda.
Bila awalan {ter-} melekat pada kelas kata benda mempunyai makna:
Arti
Kata
Makna
Tak sengaja (di)
Tercangkul
Tak sengaja dicangkul
Dapat di (kan/i)
Tergambar
Terbukti
terpengaruh
Dapat digambar
Dapat dibuktikan
Dapat dipengaruhi
Apabila bentuk dasarnya berkelas kata kerja maka imbuhan {ter-} mempunyai beberapa arti:
Arti
Kata
Menyatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak sengaja
Tertiup
Tersentuh
terganggu
Dapat atau sanggup
Terangkat
terkejar
Menyatakan bahwa pekerjaan sudh selesai (perfektif)
Tertulis
Termuat
Ketiba-tibaan
Teringat
Terbangun
Morfem Imbuhan (peN-)
Apabila bentuk kata dasarnya berkelas kata kerja maka {peN-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan’orang yang(biasa) melakukan pekerjaan yang-sebut pada bentu dasar ‘
Pengarang
penjual
Orang yang (biasa) melakukan mengarang
Orang yang(biasa) melakukan menjual
Menyatakan ‘alat yang dipakai untuk melakukan tindakan yang tersebut pada bentuk dasar’
Penggaris
pengangkut
Alat untuk menggaris
Alat untuk mengangkut
Apabila bentuk dasarnya berkelas kata sifat maka imbuhan {peN-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan ‘yang memiliki sifat
Periang
Peramah
Yang mempunyai sifat riang
Yang mempunyai sifat ramah
Menyatakan ‘yang menyebabkan adanya sifat
Pengeras
Pendingin
Yang menyebabkan jadi keras
Yang menyebabkan jadi dingin
Orang yang mudah cepat/menjadi seperti
Pemarah
Pelupa
Orang yang mudah menjadi marah
Orang yang mudah menjadi lupa
Apabila bentuk dasarnya berubah kata benda maka imbuhan {peN-} memiliki arti:
Arti
Kata
Makna
Yang biasa melakukan tindakan/pekerjaan yang berhubungan dengan benda
Pelaut
Perantau
perokok
Orang yang biasa melaut
Orang yang biasa merantau
Orang yang biasa merokok
Morfem Imbuhan (pe-)
morfem imbuhan {pe-} mempunyai kesejajaran dengan morfem imbuhan {ber-}.
Contoh : Pelari =orang yang berlari
Petani =orang yang bertani
Morfem Imbuhan (per-)
Apabila imbuhan {per-} bergandeng dengan bentuk kata benda mempunyai arti ‘menjadikan (objek) sebagai ‘ atau memperlakukan (objek) sebagai.
Contoh : peristri= menjadikan (objek) sebagai istri
Apabila imbuhan {per-} bergandeng dengan bentuk kata bilangan mempunyai arti ‘membuat jadi.
Contoh : Pertiga= membuat jadi tiga
Apabila imbuhan {per-} bergandeng dengan kata sifat mempunyai arti ‘membuat jadi lebih’.
Contoh : Perdalam= membuat jadi dalam
Morfem Imbuhan (se-)
morfem imbuhan {se-} bergandeng dengan kata benda yang mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan ‘satu’
Sebuah
Seminggu
Satu buah
Satu minggu
Menyatakan ‘seluruh’
Sedunia
Seisi buku
Seluruh dunia
Seluruh isi buku
Menyatakan ‘sama atau’sebesar
Sekepala
Sama dengan kepala atau sebesar kepala
morfem imbuhan {se-} juga bisa bergabung dengan penggolong benda
Contoh :seorang,seekor,sebuah,sebatang,sebidang,sepotong
morfem imbuhan {se-} juga bisa bergabung dengan penggolong benda
Contoh :seorang,seekor,sebuah,sebatang,sebidang,sepotong
Kata sifat pun bisa dilekati morfem {se-} namun hanya diawalan dan bermakna ‘sama seperti’ atau ‘sama-sama.....’ atau ‘sama......-nya’
Contoh : segenit bermakna sama-sama genitnya
Morfem Imbuhan (ke-)
Apabila imbuhan {ke-} bergandeng dengan bentuk kata bilangan maka imbuhan {ke-} mempunyai arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan kumpulan yang terdiri atas jumlah
Kelima(anak itu anak saya)
Kumpulan anak yang terdiri atas lima orang
Menyatakan urutan
(Anak) kelima
Anak yang nomor lima
Apabila imbuhan {ke-} bergndeng degan bentuk dasar selain kata bilangan maka imbuhan {ke-} mempunyai arti ‘yang di...’atau yang dianggap’.
Contoh :kekasih =yang dikasihi
kerangka(kerangka laporan) =yang dianggap rangka
Morfem Imbuhan (kan-)
Morfem {-kan} bisa melekat pada kata benda.
Contoh : bukukan
kanfaskan
Morfem {-kan} bermakna kata kerja
Contoh : bacakan
belikan
Morfem {-kan} bermakna kata sifat
Contoh : hitamkan
putihkan
Morfem {-kan} selalu bergandeng dengan morfem {meN-} terutama dalam kalimat berita.
Contoh : ibu membelikan aku pesawat jet
Morfem Imbuhan (-i)
Morfem imbuhan {-i} merupakan morfem tersendiri yang mempunyai arti sendiri dalam pembentukkan kata.morfem {-i} biasanya bergandeng dengan bentuk kata kerja dan mempunyai dua arti:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan ‘tindakan yang tersebut pada bentuk dasar itu dilakukan berulang-ulang’
Melempari
Melempar berulang-ulang
Menyatakan melakukan tindakan yang tersebut pada bentuk dasarnya di suatu tempat
Menulisi
Menulis di.....
Melakukan sesuatu atau terjadi sesuatu pada...’’
Meliputi
Mendekati
Meliput pada ....
Mendekat pada ....
Morfem Imbuhan (-an)
Morfem imbuhan {-an} dapat bergabung dengan bentuk dasar kata benda,kata kerja,kata sifat,dan kata bilangan.
Apabila bergandeng dengan bentuk dasar kata benda morfem imbuhan{-an} mempunyai dua kemungkinan arti yakni:
Arti
Kata
Makna
Menyatakan’tiap-tiap’
Meteran
bulanan
Tiap-tiap meter
Tiap-tiap bulan
kumpulan’atau ‘yang banyak...nya’atau ‘luas....nya’
Durian
Lautan
Banyak durinya
Luas lautnya
‘yang ada di...’
Bawahan
Atasan
Yang ada di bawah
Yang ada di atas
Morfem Imbuhan (-wan)
Morfem imbuhan {-wan}dapat melekat pada bentuk dasar berkelas kata benda misalnya sejarawan,negarawan,hartawan,dwibahasawan.arti {-wan}untuk ini adalah sebagi berikut:
Arti
Kata
Makna
‘orang yang ahli dalam bidang..
Ilmuwan
Budayawan
Orang yang ahli dalam bidang ilmu
Orang yang ahli dalam bidang budaya
‘Orang yang pekerjaannya khusus’
Wartawan
Usahawan
Orang yang pekerjaannya khusus dalam bidang warta
Orang yang pekerjaannya khusus di bidang cipta usaha
Orang yang memiliki seperti bentuk dasar yang bersifat lebih
Rupawan
Dermawan
Orang yang memiliki rupaa lebih
Orang yang emiliki budi lebih/mulia
Morfem Afiks {-el-}.{-er-},{-em-}
Suatu kata yang memperoleh sisipan ( morfem infiks).
Contoh: kata telunjuk mempunyai arti jari tangan yang biasa digunakan untuk menunjuk.(pembentukkan morfem afiks {-el-})
{-er-}= sabut+{-er-}=serabut
{-em-}=kuning+{-em-}=kemuning
Morfem Imbuhan {ke-an}
Arti
Kata
Makna
‘Suatu abstraksi atau hal’
Keberangkatan
Keduniaan
Hal berangkat
Hal dunia
‘Menderita atau yang dikenai’
Kedinginan
Kehujanan
Menderita dingin
Dikenai hujan
‘Tempat atau daerah’
Kelurahan
Kepresidenan
‘Tempat’daerah lurah
Tempat presiden
Mempunyai arti’sifat’
Kejawaan
Keislaman
Sifat jawa
Sifat islam
Morfem Imbuhan {peN- -an}
Morfem ini bisa bergabung dengan kata benda (penghargaan ,pengairan,penamaan),dalam kata kerja (pengajaran,pendidikan,penghabisan),dalam kata sifat (pengadilan ,pengasingan),dalam kata bilangan (penyatuan).arti imbuhan morfem {pe-an} adalah:
Arti
Kata
Makna
Hal/proses
Pemeriksaan
Pembacaan
Hal/proses memeriksa
Hal/proses membaca
Hal/hasil
Pengalaman
Penghasilan
Hal/hasil mengalami
Hal/hasil dari menghasilkan
Tempat
Pengadilan
Penggilingan
Tempat mengadili
Tempat menggiling
Morfem Imbuhan {per-an}
Setelah melekat pada bentuk dasarnya,morfem imbuhan {per-an}mempunyai beberapa arti:
Arti
Kata
Makna
Perekonomian
Perjudian
Hal-hal yang berhubungan dengan eknomi
Hal-hal yang berhubungan dengan judi
Perkembangan
Perdamaian
Hal berkembang
Hal berdamai
Pertokohan
Perumahan
Daerah toko
Kumpulan/daerah rumah
Perlindungan
Perkebunan
Tempat berlindung
Tempat berkebun
ARTI MORFEM ULANG
Morfem ulang bahasa Indonesia dapat membentuk kata dengan bentuk dasar yang berkelas kata kerja, kata benda dan kata sifat.
Kata kerja
Menyatakan “tindakan”
Memukul-mukul : ‘memukul berulang-ulang’
Mengiris-iris : ‘ mengiris berulang-ulang’
Menyatakan “tindakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak”
Bantu-membantu : ‘saling membantu’
Tinju-meninju : ‘saling meninju’
Menyatakan “hal yang bersangkutan dengan bentuk dasar”
Cetak-mencetak : ‘hal-hal yang berhubungan dengan kef=giatan mencetak’
Coret-mencoret : ‘hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan mencoret’
Menyatakan “tindakan yang bersenang-senang”
Makan-makan : ‘makan seenaknya atau santai bersenang-senang’
Berjalan-jalan : ‘berjalan seenaknya atau bersenang-senang’
Kata benda
Menyatakan ‘banyak’
Gedung-gedung : ‘banyak gedumg’
Orang-orang : ‘banyak orang’
Menytakan ‘meskipun’
Beras-beras (dimakannya) : ‘meskipun beras’
Darah-darah (diminumnya) : ‘meskipun darah’
Kata sifat
Menyatakan ‘lebih ... lagi’
Cepat-cepat : ‘lebih cepat lagi’
Rajin-rajin : ‘lebih rajin lagi’
Menyatakan ‘agak’
Kehijau-hijauan : ‘agak hijau’
Keheran-heranan : ‘agak heran’
Menyatakan ‘meskipun’
Jelek-jelek : ‘meskipun jelek’
Kecil-kecil : ‘meskipun kecil’
Menyatakan ‘superlatif’
Sekecil-kecilnya : ‘tingkat yang paling kecil’
Sebaik-baiknya : ‘tingkat yang paling baik’
ARTI MORFEM KONSTRUKSI MAJEMUK
Secara sederhana, kata majemuk bisa diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok :
Kelompok pertama (lepas dari arti unsur-unsurnya)
Contoh : meja hijau = pengadilan
Naik daun = terkenal
Membanting tulang = bekerja keras
Kelompok kedua(masih mengandung unsur yang sama)
Contoh : rumah makan, kamar tidur, kamar tunggu, jumpa pers, jual beli, pulang pergi.
Kelompok ketiga (morfem unik)
Contoh : tua renta, hitam legam, anak pinak, gelap gulita, basah kuyup, malam kelam, tunggang langgang.
DAFTAR PUSTAKA :
Tata Bahasa Indonesia, Masnur Muslich.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar