Rabu, 10 Januari 2018

HAKIKAT DAN OBJEK KAJIAN MORFOLOG

Nama : Mavik Lailatul Zunia (166082)
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
RESUME
HAKIKAT DAN OBJEK KAJIAN MORFOLOGI
Hakikat Morfologi
Morfologi berasal dari kata “morphe” yang berarti bentuk dan “logos” yang berarti ilmu. Jadi dalam bahasa Yunani yang artinya ilmu yang mempelajari tentang bentuk kata.
Definisi morfologi menurut Ramlan (1978:2) morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk struktur kata serta pengaruh perubahan-perubahan struktur kata terhadap golongan dan arti kata.
Jadi, yang dapat kita garis bawahi disini adalah morfologi adalah ilmu tentang bentuk kata.
Objek Kajian Morfologi
Morfem
Morfem adalah satuan terkecil dari morfologi yang memiliki makna. Morfem ada beberapa jenis yaitu : Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri, yaitu bisa tersdapat sebagai suatu “kata”. Morfem terikat sedangkan morfem terikat adalah morfem yang tidak terdapat sebagai kata tetapi selalu dirangkai satu/ lebih morfem yang lain menjadi satu(J.W.M. VERHAAR, 1992: 52).
Morfem utuh adalah morfem dasar, merupakan satu kesatuan utuh. Sedangkan, morfem terbagi yaitu morfem yang realisasinya dalam bentuk morf diantarai oleh unsur (Harimurti Kridalaksana, 2008: 159).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa morfem bebas (dasar) adalah morfem tanpa keterkaitannya dengan morfem lain dapan langsung digunakan dalam petuturan. Misalnya : morfem {pulang}, dan {merah}.
Kata
Kata adalah satuan ujaran yang mempunyai pengenalan intuitif universal oleh penutur asli, baik dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulisan (Muis Ba’dulu, Abdul, dan Herman, 2010: 4-6). Kata itu dapat terbentuk jika tergabung dari beberapa morfem-morfem.
Kelas terbuka yaitu kata – kata yang termasuk dalam kelas verba, nomina, dan ajektifa.
Verba: Dulu belum ada kata-kata seperti menggalakkan, memonitori, dan tereliminasi.Sekarang sudah ada.
Nomina : Dulu belum ada komputer, sinetron, dan pembenaran.
Sekarang kata – kata itu sudah banyak.
(Chaer, Abdul.2008: 63 dan 83)
Kelas tertutup yaitu kata yang termasuk pronomia, adverbia, proposisi, konjungsi dan artikula.
Bentuk Dasar
 Bentuk dasar biasanya digunakan untuk menyebutkan sebuah bentuk yang menjadi dasar dalam suatu proses morfologi. Bentuk dasar ini dapat berupa morfem tunggal, tetapi dapat juga berupa gabungan morfem. Umpamanya pada kata berbicara yang terdiri dari morfem {ber-} dan {bicara}; maka morfem {bicara} adalah menjadi bentuk dasar dari kata berbicara itu, yang kebetulan juga berupa morfem dasar.
Alat Pembentuk
a.       Afiks dalam proses afiksasi
Dalam proses ini diimbuhkan pada bentuk dasar sehingga hasilnya menjadi sebuah kata. Umpamanya pada dasar baca diimbuhkan afiks me- sehingga menghasilkan kata membaca yaitu sebuah verba transitif aktif, pada dasar juang diimbuhkan afiks ber- sehingga menghasilkan verba intransitif berjuang.
b.      Pengulangan dalam proses reduplikasi
Hasil dari proses ini lazim disebut kata ulang. Secara umum dikenal adanya tiga macam pengulangan, yaitu pengulangan secara utuh, pengulangan dengan penggabungan bunyi vikal maupun konsonan, dan pengulangan sebagian.
c.       Penggabungan dalam proses komposisi
Penggabungan ini merupakan alat yang banyak digunakan dalam pembentukan kata karena banyaknya konsep yang belum ada wadahnya dalam bentuk sebuah kata. Misalnya, bahasa indonesia hanya punya sebuah kata untuk berbagai macam warna merah. Oleh karena itu dibentuk gabungan kata seperti merah jambu, merah darah danmerah bata.
d.      Pemendekan/ penyingkatan (abreviasi khusus) dalam proses akronimisasi
Disebut abreviasi khusus karena semua abreviasi menghasilkan akronim. Dari bentukSekolah Menengah Atas menjadi SMA adalah bukan akronim; tetapi hasil abreviasi dariJakarta Bogor Ciawi menjadi Jagorawi adalah akronim.
e.       Pengubahan status dalam proses (konversi).
Misalnya, bentuk gunting yang berstatus nomina dalam kalimat “gunting ini terbuat dari baja”, dapat diubah statusnya menjadi bentuk gunting yang berstatus verba, seperti dalam kalimat “gunting dulu baik – baik, nanti baru dilem”.

Makna Gramatikal
Makna gramatikal baru muncul dalam suatu proses gramatikal, baik proses morfologi maupun sintaksis. Umpamanya, dalam proses prefiksasi ber- pada dasar dasi muncul makna gramatikal ‘memakai (dasi)’, dalam proses prefiksasi me- pada dasar batu muncul makna gramatikal ‘menjadi seperti (batu)’, dan dalam proses komposisi dasarsate dengan dasar ayam menjadi bentuk sate ayam muncul makna gramatikal sate yang bahannya daging (ayam). Sedangkan dalam proses komposisi dasar sate dan dasarpadang muncul makna gramatikal sate yang berasal dari (padang).

DAFTAR PUSTAKA
https://fatin11najkhi.wordpress.com/2017/01/29/hakikat-objek-dan-perbandingan-morfologi/
Chaer, Abdul.2008.Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses).Banten:Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar