Nama: Mavik Laialatul Zunia (166082)
Prodi: Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
KONSEP DASAR PROSES MORFOLOGI
PENGERTIAN PROSES MORFOLOGI
Berdasarkan strukturnya, suatu kata dapat digolongkan atas dua macam, yaitu kata yang bermorfem tunggal atau monomorfemis dan kata yang bermorfem lebih dari satu atau polimorfemis. Peristiwa penggabungan morfem satu dengan morfem yang lain menjadi kata itulah yang disebut dengan proses morfologis.
Pengenalanmorfem (kata monomorfemisdan kata polimorfemis)
Kata Monomorfemis adalah kata-kata yang hanya terdiri dari satu morfem. Contoh bentuk rumah, batu, satu, dua, di, ke, dari, pada, yang, karena , maka. Bentuk-bentuk tersebut adalah satuan gramatik terkcil yang tidak dapat dibagi lagi atas satuan lingual bermakna yang lebih kecil. (masnur muslich,2009)
Kata Polimorfemis adalah kata-kata yang terdiri dari dua morfem atau lebih. Contoh berumah, membat, menyatu, dan mendua. Kata-kata tersebut terdiri dari morfem prefiks dan morfem dasar.
Ciri Suatu Kata Yang Mengalami Proses Morfologis
Morfem-morfem yang membentuk atau menjadi unsur kata berbeda-beda fungsinya. Ada yang berfungsi sebagai tempat penggabungan dan ada yang berfungsi sebagai penggabung. Morfem yang sebagai tempat penggabungan biasanya disebut bentuk dasar.
Dilihat dari wujudnya, bentuk dasar dapat berupa pokok kata, bahkan berupa kelompok kata. misalnya, bentuk dasar kata menemukan, berjuang, dan perhubungan adalah pokok kata temu, juang, dan hubung.
Ciri lain bahwa suatu kata dikatakan mengalami proses morfologis ialah penggabungan atau perpaduan morfem-morfem itu mengalami perubahan arti.
Contoh kata membantu. Kata itu hasil perpaduan bentuk dasar bantu dan afiks {meN-}. Bentuk dasar bantu diikuti dengan penyesuaian bunyi, yaitu dari {meN-} menjadi {mem-}. Penyesuaian ini didasarkan atas sifat bunyi awal bentuk dasarnya. Karena bunyi awal bentuk dasar bantu adalah bilabial(bunyi bibir), bunyi akhir afiks {meN-} juga menyesuaikan diri menjadi bunyi nasal bilabial sehingga menjadi mem-. Penggabungan morfem lainnya yang mempunyai ciri sama misalnya {meN-}dengan buat,,bidik, bujuk,basmi, dll.
Macam Proses Morfologis
Dalam bahasa indonesia, peristiwa pembentukkan kata ada tiga macam yaitu :
Pembentukkan kata dengan menambahkan morfem afiks pada bentuk dasar. Misalnya kata menulisterbentuk dari bentuk dasar tulis dan morfem imbuhan {meN-}.
Pembentukkan kata dengan mengulang bentuk dasar. Misalnya kata murid-murid terbentuk dari bentuk dasar murid, dengan morfem {ulang}
Pembentukkan kata dengan menggabungkan dua atau lebih bentuk dasar. Misalnya kata meja hijauyang terbentuk dari bentuk dasar meja dan hijau.
Makna Gramatikal
Makna gramatikal adalah makna yang ada sebagai akibat adanya proses gramatik seperti proses afiksasi, reduplikasi, komposisi. Atau makna yzng timbul akibat peristiwa tata bahasa, yaitu proses meletakkan bentuk kata (morfem) yang satu dengan bentuk lain. Misalnya bentuk morfem {ber-}, {me-}.secara lepas atau berdiri sendiri dari morfem{ber-}, {me-} maka belum memiliki makna. Morfem tersebut memiliki makna setelah bergabung dengan bentuk lain, peristiwa ini yang di namakan proses morfologi.(chaer,1990; 64)
Hasil Proses Pembentukan
KATA DASAR
AFIKSASI
REDUPLIKASI
KOMPOSISI
Bunga
Berbunga
Berbunga-bunga
Bunga Desa
Lari
Berlari
Berlari-lari
Lari maraton
Rumah
Berumah
Rumah-rumah
Rumah sakit
Pembentukkan Kata di Luar Proses Morfologis
Proses morfologis mencatat hal-hal deskriptif dalam pembentukkan kata-kata (baru). Di luar itu, masih ada pembentukkan kata-kata baru dengan proses lain, yaitu akronim, abreviasi,abrevi-akronim, kontraksi, kliping, dan afiksasi pungutan.
Akronim amat banyak dan sudah lama, apalagi akronimisasi merupakan gejala yang semakin frekuensi saja. Contoh dalam bahasa jawa paklik (bapak cilik),dalam bahasa indonesia contohnyapusdiklat (pusat pendidikan dan pelatihan),dll
Aberviasi adalah apa yang sehari-hari disebut “singkatan” (Sudaryanto,1983: 230). Yang diambil biasanya huruf terdepan, misalnya ABC (Anggota Bromo Corah),dll
Abreviakronim adalah gabungan antara akronim dengan abreviasi. Misalnya polri (Polisi Republik Indonesia),dll
Kontraksi atau pengerutan. Misalnya begitu(bagai itu), begini (bagai ini),dll
Kliping merupakan pengambilan suku khusus dalam kata yang selanjutnya dianggap sebagai kata baru. Misalnya influensa menjadi flu, profesional menjadi prof,dll
Proses dengan afiksasi pungutan tidak asing lagi. Kita lihat {anti-} (antikomunis, anti kekerasan),{non-} (nonformal, non –Amerika, non-pemerintah),dll
DAFTAR REFERENSI
Masnur,Muslich. 2010. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Bumi Askara.
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
http://tiarapradita20.blogspot.co.id/2013/12/konsep-dasar.html. Diakses pada tanggal 30 September 2017 pukul: 10:44
http://www.materibelajar.id/2016/09/perbedaan-makna-leksikal-dan-gramatikal.html. Diakses pada tanggal 2 Oktober 2017 pukul: 12:52
Tidak ada komentar:
Posting Komentar