Nama : Mavik Lailatul Zunia (166082)
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
RESUME
JENIS MORFEM BAHASA INDONESIA
1. Jenis Morfem Berdasarkan Kemampuan Berdistribusi
Apabila diteliti lebih lanjut, ternyata bentuk-bentuk linguistic antara satu dengan lainnya mempunyai sifat tertentu dalam tuturan biasa.
- Bentuk-bentuk yang dapat dipakai secara tersendiri dalam kalimat atau tuturan biasa disebut bentuk bebas atau free form atau free morpheme , bentuk kata dasar (yang mempunyai makna). Contohnya kamu, mana ,bisinis,dll.
- Bentuk- bentuk linguistik yang berkondisi tidak dapat berdiri sendiri itu biasanya disebut sebagai bentuk terikat (bound form atau bound morpheme), contohnya antara bentuk urus- dan –an pada kalimat selalu urusan bisinis tidak dapat disisipi bentuk lain apapun. Bentuk terikat ini tidak dapat berdiri sendiri. Merupakan afiks (prefiks, sufiks, konfiks).
2. Jenis Morfem Berdasarkan Produktivitasnya
Bentuk-bentuk linguistik dapat dijeniskan atas dasar kemampuannya membentuk kata-kata. Biasanya hanya dibatasi pada morfem-morfem terikat, khusunya afiks. Dalam bahasa indonesia, ada morfem afiks yang sangat produktif membentuk kata-kata baru, ada yang tak produktif, bahkan ada yang sedang cenderung produktif dan sedang cenderung tak produktif.
- Afiks produktif (productive affix) adalah morfem afiks yang terus menerus mampu membentuk kata-kata baru. Contohnya : Tercantik (menyatakan paling), Terinjak (menyatakan tidak sengaja).
- Afikstak produktif (unproductive affix) adalah morfem afiks yang sudah tidak mampu lagi membentuk kata-kata baru. Contohnya : Infiks = er,em (penggunaan tertentu). Contoh : gelap gulita, basah kuyup.
3. Jenis Morfem Berdasarkan Relasi Antar Unsurnya
Morfem-morfem segmental dalam bahasa Indonesia, ada yang unsur-unsurnya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam pemakaiannya, tetapi ada pula yang sebaliknya.
Contoh dalam kalimat kesuksesan selalu didambakan setiap manusia yang ingin maju. Kalimat itu terdiri atas 8 kata. Ada yang terdiri atas satu morfem (selalu, manusia, yang, ingin, maju), yang terdiri atas dua morfem (kesuksesan, setiap), dan yang terdiri atas tiga morfem (didambakan).
Dalam pemakaiannya, unsur-unsur (dalam hal ini berupa fonem-fonem) yang membentuk morfem selalu, manusia, yang, inigin, maju, sukses, damba, se-, di-, dan –kan merupakan deretan fonem yang tak terpisahkan antara satu dengan lainnya.
- Morfem utuh adalah morfem yang deretannya tidak terpisahkan
- Morfem terbelah adalah morfem yang terpisah dalam pemakaiannya, seperti {ke-an} contohnya : keamanan, kebersihan, kepandaian.
4. Jenis Morfem Berdasarkan Sumbernya
Berdasarkan sumbernya, morfem bahasa Indonesia dapat dikelompokkan atas morfem yang berasal dari bahasa Indonesia asli, morfem yang berasal dari bahasa daerah yang berada di wilayah Indonesia, dan morfem yang berasal dari bahasa asing.
- Morfem afiks yang berasal dari bahasa Indonesia asli dapat digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu : prefiks, infiks, sufiks, dankonfiks.
- Yang tergolong prefiks adalah {meN-},{ber-},{peN-},dsb. Yang tergolong infiks adalah {-el-}, {-em-}, dan {-er-}. Yang tergolongsufiksadalah {-an},{-kan},dan {-i}
- Yang tergolong konfiks adalah {pe-an}, {ke-an}, {per-an}.
- Morfem afiks seperti {ke-} dalam ketawa, {pra-} dalam prasangka, {-wan} dalam peragawan, {bi-} dalam bilingual, {non-} dalam nonpolitik adalah morfem afiks serapan yang dipakai dalam bahasa Indonesia.
- Apabila morfem afiks yang berasal dari dari bahasa Indonesia asli hanya mempunyai arti gramatikal saja, maka afiks asing yang masuk kedalam bahasa Indonesia pun harus demikian.
- Dilihat dari distribusinya, apabila afiks {peN-an} misalnya, mampu melekat pada bentuk dasar dari bahasa Indonesia asli dan bentuk dasar serapan, maka afiks asing yang masuk kedalam bahsa Indonesia pun relatif harus mempunyai kemampuan demikian. Bentuk {-is} dalam pancasilais dan{-isasi} dalam turinisasi menunjukkan bahwa afiks asing itu telah menjadi keluarga bahasa Indonesia sebab afiks itu telah mampu melekat pada bentuk dasar bahasa Indonesia asli.
5. Jenis Morfem Berdasarkan Jumlah Fonem Yang Menjadi Unsurnya
Dilihat dari jumlahnya, morfem-morfem itu ada yang berunsur satu fonem, tetapi ada juga yang berunsur lebih dari satu fonem.
- Morfem yang berunsur satu fonem disebut monofonemis. Misalnya morfem {-i} dalam memtiki dan {a-} dalam amoral.
- Morfem yang berunsur lebih dari satu fonem disebut polifonemis. Misalnya {an-}, {di-}, {ke-} (duafonem), {ber-}, {meN-}, {dua}. {itu}, {api} (tigafonem), {satu}, {daki}(empatfonem), {serta}, {makin} (lima fonem), {bentuk}, {sambil}(enamfonem), {cokelat}, (tujuhfonem), {semboyan}, {kerontang} (delapanfonem), {penasaran}, {sederhana} (Sembilan fonem), {malapetaka} (sepuluhfonem).
- Secara konkret, morfem yang monofonemis itu hanyalah morfemafiks, sedangkan morfem-morfem yang berjenis lain belum ada yang monofonemis.
6. Jenis Morfem Berdasarkan Bermakna Tidaknya
Atas dasar bermakna tidaknya morfem, ia bisa dikelompokkan kedalam dua kelompok, yaitu kelompok yang bermakna dan kelompok yang tidak bermakna.
- Morfem kelompok bermakna : sesuai dengan namanya –selalu bermakna, maknanya bias dicari dalam kamus-kamus umum. Contohnya: lapar, lapor, kuda, merah, dll. Karena morfemnya langsung bermakna dan maknanya bias diperiksa dalam kamus, bias juga disebut morfem leksikal.
- Morfem kelompok tidak bermakna : memang tidak punya makna (sendri). Contohnya {ter-}, {di-}, {peN-}, {se-}, {-i}, {-an}, {-el}, dll.
MORFEM BERALOMORF ZERO (UNIK)
Morfem beralomorf zero adalah morfem yang salah satu alomorfnya tidak berwujud bunyi segmental maupun berupa prosodi melainkan kekosongan.
Contoh :
- Bentuk tunggal :
- I have a book
- I have a sheep
- Bentuk jamak :
- I have two books
- I have two sheep
DAFTAR PUSTAKA
http://tiarapradita20.blogspot.co.id/2013/12/jenis-morfem.html
Chaer, Abdul.2008.Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses).Banten:Rineka Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar