Nama : Mavik Lailatul Zunia (166082)
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
KOMPOSISI
Komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk berimbuhan) untuk mewadahi “konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata. Proses komposisi ini dalam Bahasa Indonesia merupakan satu mekanisme yang cukup penitng dalam pembentukan dan pengayaan kosakata.
Contoh :
Bahasa Indonesia
Konsep
Komposisi
Bukit
Gunung kecil
Bukit kecil
Merah
Jenis warna
Merah darah, merah delima, merah jambu.
Rumah
Bangunan tempat tinggal, bangunan tempat menggadaikan
Rumah gadai
Komposisi Dalam Peristilahan
Istilah pertama yang banyak digunakan adalah kata majemuk . Istilah ini digunakan untuk mengacu kepada konsep “gabungan dua kata atau lebih” yang memiliki makna baru.
Contoh :
Bentuk kata
Kata majemuk
Bukan kata majemuk
Kumis kucing
Jenis tanaman
Kumis dari seekor kucing
Tangan panjang
Pencuri
Tangan yang ukurannya panjang
Banting tulang
Bekerja keras
Tulangnya dibanting
Aspek Semantik Komposisi
Komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabungkan sederajat, sehingga membentuk komposisi yang koordinatif.
Contoh :
Komposisi
Dasar kata
Makan minum
Makan dan minum
Kaya miskin
Kaya dan miskin
Pulang pergi
Pulang dan pergi
Tua muda
Tua dan muda
Komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat, sehingga melahirkan komposisi subordinatif.
Contoh :
Komposisi
Komponen makna
Sate ayam
Sate yang terbuat dari bahan dasarnya ayam
Sate pak Kumis
Sate buatan pak Kumis
Kereta malam
Transportasi yg beropersi pada malam hari
Komposisi yang menghasilkan istilah, yakni yang maknanya sudah pasti, sudah tentu, meskipun bebas dari konteks kalimatnya karena sebagai istilah hanya digunakan dalam bidang ilmu atau kegiatan tertentu.
Contoh :
Istilah olahraga
Tolak peluru,angkat besi
Istilah linguistik
Fonem vokal,morfem bebas
Istilah politik
Hak angket,hak pilih
Istilah pendidikan
Buku ajar,tahun ajaran
Istilah agama islam
Ayat kursi,wali hakim
Komposisi pembentuk idiom yakni penggabungan dasar dengan dasar yang menghasilkan makna idiometik yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal.
Contoh idiom penuh (memiliki semua unsur yang merupakan satu kesatuan) :
Komposisi
Makna
Gigit jari
Tidak mendapat apa-apa
Bau kencur
Masih kanak-kanak
Memeras keringat
Bekerja keras
Membanting tulang
Bekerja keras
Contoh idiom sebagian (salah unsurnya yang masih bermakna leksikal) :
Komposisi
Makna
Daftar hitam
Daftar yg berisi nama-nama orang yang diduga berbuat salah
Baju kebesaran
Baju berkenaan dengan kepangkatan
Gaji buta
Gaji yang diterima meskipun sudah tidak bekerja
Komposisi yang menghasilkan nama, yakni yang mengacu pada sebuah maujud dalam dunia nyata.
Contoh :
Griya Martaman, Stasiun Gambir, dan Selat Sunda.
Pengembangan Komposisi
Kata dasar
Komposisi I
Komposisi II
Komposisi III
Kereta dan Api
Kereta api
Kereta api ekspres
Kereta api ekspres malam
Kelapa dan Hijau
Kelapa hijau
Kelapa hijau muda
Kelapa hijau muda segar
Pengembangan Komposisi dari segi Semantik
Semakin luas komposisi itu maka maknanya semakin sempit.
Contoh :
Kata
Kata I
Arti kata I
Komposisi I
Arti komposisi I
Komposisi II
Arti komposisi II
Kereta (jenis kendaraan)
Kereta api
Kendaraan yg digerakkan oleh tenaga api
Kereta api ekspres
Kendaraan khusus (cepat)
Kereta api ekspres malam
Kendaraaan yg beroperasi pada malam hari
Komposisi Nomina
Adalah komposisi yang berkategori nomina.
Contoh :
Nomina + nomina = kakek nenek, meja kayu dan sate ayam.
Nomina + verba = meja makan, buku ajar dan ruang tunggu.
Nomina + adjektiva = guru muda, mobil besar, dan meja hijau.
Adverbia + nomina = bukan uang, banyak buaya.
Komposisi Nominal Bermakna Gramatikal
Makna Gramaatikal
Contoh komposisi nomina
Gabungan biasa (disisipi kata “dan”)
Ayah ibu, kakek nenek
Bagian (disisipi kata “dari”)
Suku bangsa, tengah malam
Bercampur (disisipi kata “bercampur”)
Tanah negara, rumah ayah
Asal bahan (disisipi kata “terbuat dari”)
Sate ayam, map plastik
Asal tempat (dsisipi kata “berasal dari”)
Putri solo, dodol garut
Bercampur (disisipi kata “bercampur”)
Lontong sayur, semen pasir
Hasil buatan (disisipi kata “buatan”)
Soto Bang Riyadi, sate Pak Kumis
Tempat melakukan sesuatu (disisipi kata “tempat”)
Ruang sidang, bangsal senam
Bentuk (disisipi kata “berbentuk”)
Kotak persegi, besi bulat
Jenis (disisipi kata “jenis”)
Mobil sedan, bunga anggrek
Keadaan (disisi[i kata “keadaan”)
Buku tipis, gubuk reyot
Kegunaan tertentu (disisipi kata “untuk”)
Pisau cukur, pintu masuk
Seperti/menyerupai (disisipi kata “seperti”)
Jembatan semanggi, gula pasir
Gender/jenis kelamin (disisipi kta “berkelamin”)
Anak laki-laki, perenang putri
Model (disispi kata “model”)
Topi koboi, rambut prajurit
Memakai/menggunakan (disisipi kata “menggunakan)
Kapal layar, mesin uap
Yang di.. (disisipi kata “yang di..”)
Anak angkat, ayam goreng
Ada di ...(disisipi kata “di”)
Kapal udara, angkatan darat
Yang (biasa) melakukan (disisipi kata “melakukan)
Jago balap, jago makan
Wadah/tempat (disisipi kata “wadah”)
Cangkir kopi, kamar mayat
Letak/posisi (disisipi kata “yang berada di...”)
Pintu samping, jendela belakang
Mempunyai/dilengkapi dengan (disisipi kata mempunyai/dilengkapi dengan)
Kamar AC, truk gandengan
Jenjang, tahap/tingkat (disisipi kata “tahap/tingkat”)
Sekolah tinggi, perwira pertama
Rasa/bau (disisipi kata “rasanya/yang baunya”)
Air tawar, obat pahit
komposisi Nomina bermakna idiomatik
Memiliki makna yang tidak dapat di prediksi secara leksikal maupun secara gramatikal.
Contoh:
Kata
Makna
Orang tua
Ayah ibu
Kambing hitam
Orang yang dipersalahkan dalam suatu perkara
Meja hijau
pengadilan
Buah bibir
Bahan pembicaraan banyak orang
Daun muda
Wanita remaja
komposisi nominal metaforis
Dengan mengambil salah satu komponen makna yang dimiliki oleh unsur tersebut.
Contoh :Kaki mobil, Kepala surat, Catatan kaki, Daun jendela, Daun telinga, dll.
komposisi nominal nama dan istilah
Nama
Istilah
Hotel Indonesia
Buku ajar
Apotik Rini
Suku cadang
Kampung Bali
Bapak angkat
Tanah abang
Rumah tangga
Kota Bekasi
Pagar ayu
komposisi nominal dengan adverbia
Adverbia mendampingi nomina.
Contoh:
Tanpa uang Sedikit air
Beberapa siswa Tiada air
Banyak hujan Jarang penduduk
Komposisi Verba
Adalah komposisi yang berkategori verba.
Contoh :
Verba + verba = menyanyi menari, lari bersembunyi
Verba + nomina = membanting tulang, lompat galah
Verba + adjektiva = lompat tinggi, makan besar
Adverbia + verba = sudah makan, tidak datang
komposisi verba bermakna gramatikal
Gabungan biasa(disisipi kata”dan”/”atau)
Caci maki , gelak tawa,bujuk rayu
Gabungan mempertentangkan (disisipi kata “atau”)
Gerak diam ,maju mundur
Sambil (disisipi kata “sambil”)
Duduk berbiacara ,duduk membaca
Lalu(disisipi kata”lalu”)
Datang marah-marah,menerkam menggingit
Untuk (yang disisipi kata “untuk”)
Datang meminta,pergi menonton
Dengan(disisipi kata “dengan”)
Pulang terpincang-pincang,menangis tersedu-sedu
Secara(disisipi dengan kata”secara”)
Cetak ulang,lari beranting
Alat(disisipi dengan kata”menggunakan”)
Balap mobil,lompat galah
Waktu (disisipi dengan kata “waktu”)
Makan sahur,tidur siang
Karena(disisipi kata “karena”)
Mandi keringat,mabuk asmara
Terhadap(disisipi kata”terhadap/akan)
Tahan lapar,tahan banting
Menjadi(disisipi kata”menjadi”)
Jatuh miskin,masuk tentara
Sehingga (disisipi kata “sehingga/samapai”)
Sebar luas,pukul mundur
Menuju(disisipi kata”ke/menuju”)
Naik darat,pulang kampung
Arah kedatangan(disisipi kata “dari”)
Habis mandi,bubar rapat
Seperti(disisipi kata”seperti/sebagai)
Kawin ayam,lari-lari anjing
Komposisi verbal yang bermakna idiomatikal
yaitu makna yang tidak dapat ditelusuri atau diprediksi baik secara leksikal maupun gramatikal.
Contoh :
Pulang nama = meninggal
Makan garam = pengalaman
Makan kerawat = sangat miskin
Gigit jari = tidak mendapat apa-apa
komposisi Verba dengan Adverbia
Verba pengisi pengisi fungsi predikat dalam sebuah klausa seringkali didampingi oleh sebuah adverbia atau lebih.
Adverbia negasi = tidak, tak, tanpa
Adverbia kala = sudah, sedang, tengah lagi, akan
Adverbia keselesaian= sudah, sedang, tengah, belum
Adverbia aspektual= boleh, wajib, harus, dapat, ingin, mau
Adverbia frekuensi = sering, jarang, pernah, acapkali
Adverbia kemungkinan = mungkin, pasti, barangkali, boleh jadi
Contoh :
Tidak makan
Sudah tidak makan
Tidak akan makan
Harus datang
Tidak harus datang
Boleh jadi tidak datang
Komposisi Adjektival
adjektiva+adjektiva=tua muda,besar kecil
adjektiva+nomina=merah darah,biru laut
adjektiva+verba=takut pulang,malu bertanya
adverbia+adjektiva=tidak berani,sangat indah
komposisi adjektival bermakna gramatikal
Gabungan biasa (yang disisipi kata “dan”)
Tua renta,kering mersik
Alternatif/pilihan(disisipi kata”atau”)
Baik buruk,tinggi rendah
Seperti(disisipi kata “seperti”)
Hijau daun,hijau lumut
Serba (sama)
Putih-putih,biru-biru
Untuk(disisipi kata “untuk”)
Malu bertemu,malu datang
Kalau(disisipi kata “kalau”)
Khawatir mendengar,curiga melihat
komposisi adjektival bermakna idiomatikal
Makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal.
Contoh :
Panjang usus=sabar
Keras hati=bersungguh-sungguh
Tinggi hati = angkuh
Keras kepala = tidak mau endengar nasihat
komposisi adjektiva dengan Adverbia
Adverbia negasi = tidak,
Adverbia derajat = agak, sama, lebih, kurang, sangat, amat, sekali
Contoh :
Tidak bagus, tidak baik
Amat baik, amat nakal
Daftar Pustaka
Chaer, Abdul.2008.Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses).Banten:Rineka Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar